20/02/2012 10:06:33

Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara ke-14 dan Munas Manassa

Latar Belakang

     Di antara berbagai Benda Cagar Budaya yang memiliki nilai penting dalam perkembangan sejarah Nusantara adalah naskah kuna (sebagai Benda Cagar Budaya) dan kraton/istana (sebagai Bangunan Cagar Budaya). Seperti diketahui, Indonesia merupakan salah satu bangsa yang memiliki warisan khazanah naskah kuna tulisan tangan (manuscript) dalam jumlah yang sangat besar.

Kandungan isi naskah-naskah yang terdiri dari beragam bahasa dan aksara tersebut tidak terbatas pada bidang kesusastraan saja, tetapi juga mencakup bidang-bidang lain yang sangat beragam seperti agama, sejarah, hukum, adat-istiadat, obat-obatan, teknik, dan lain-lain.

Sementara itu, istana atau kraton sejak berabad-abad yang lalu memegang peran sentral sebagai pusat kekuasaan dan kebudayaan di Nusantara, seperti di Aceh, Palembang, Cirebon, Yogyakarta, Surakarta, Buton, dan Bima.

     Dalam konteks sejarah, kita dapat mencermati adanya korelasi yang sangat erat antara naskah dan istana/kraton. Istana/kraton memiliki peran penting dalam upaya penciptaan, pemeliharaan, dan pewarisan naskah-naskah kuna itu. Dari berbagai catatan sejarah, kita mengetahui bahwa istana-istana di Nusantara telah menjadi pusat penulisan, penyalinan, pemeliharaan, dan pewarisan naskah. Istana menjadi scriptorium naskah-naskah Nusantara.

Upaya penciptaan, pemeliharaan, dan pewarisan naskah-naskah kuna di istana-istana Nusantara tersebut telah berlangsung ratusan tahun, dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, peran istana dalam kaitannya dengan naskah-naskah Nusantara ini dapat dikatakan sebagai sebuah tradisi yang panjang.

Istana sebagai pusat kekuasaan sebuah kerajaan memainkan peran penting dalam pembentukan tradisi di masyarakatnya. “Maju-mundur”-nya tradisi, lebih luas lagi kebudayaan, suatu masyarakat di sebuah kerajaan akan sangat bergantung pada peran  penting yang dimainkan oleh istana.

     Dalam konteks kekinian, istana atau kraton di beberapa wilayah, masih tetap memiliki keterkaitan dengan dunia pernaskahan karena menjadi palang pintu pelestarian naskah-naskah Nusantara yang diwariskan secara turun temurun sebagai benda pusaka.

     Sayangnya, sejauh ini belum banyak penelitian yang dilakukan berkaitan dengan peran penting istana dalam pembentukan tradisi pernaskahan Nusantara dan peran istana dalam pemeliharaan serta pewarisan benda cagar budaya tersebut.

     Berangkat dari latar belakang itulah, Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) bermaksud menyelenggarakan sebuah temu ilmiah tingkat internasional.

 

Tema dan Subtema

Tema simposium ini adalah “Peran Istana dalam Tradisi Pernaskahan Nusantara”. Tema ini dirinci lagi menjadi beberapa subtema, yaitu:

1. Peran istana/kraton dalam melahirkan naskah-naskah Nusantara;

2. Peran istana/kraton sebagai pengayom kesenian;

3. Para penulis, penyalin, dan pujangga istana/kraton;

4. Tema-tema naskah Nusantara yang terkait istana/kraton;

5. Upaya preservasi naskah-naskah kuna oleh pihak istana/kraton.

 

Maksud dan Tujuan

Simposium ke-14 ini bertujuan untuk:

1. Menghimpun dan memfasilitasi para pengkaji manuskrip Nusantara agar mensosialisasikan berbagai kajian atau penelitian naskah Nusantara yang telah dilakukannya;

2. Memetakan serta menghimpun informasi mutakhir dan menyeluruh tentang berbagai aktivitas, baik di Indonesia maupun di mancanegara, yang berkaitan dengan naskah-naskah Nusantara;

3. Mendorong berbagai kajian atas naskah-naskah Nusantara yang dapat memberikan kontribusi terhadap wacana dan pengetahuan terutama yang menyangkut peran istana dalam tradisi pernaskahan Indonesia.

 

Waktu dan Tempat

Temu ilmiah ini akan diselenggarakan pada tanggal 11--13 September 2012 di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

 

Narasumber dan Peserta

    Narasumber atau pemakalah dalam Simposium ke-14 ini terdiri atas para pakar, peneliti, dan pengkaji naskah Nusantara, baik dari dalam dan luar negeri. Sejumlah ahli yang terkait dengan tema Simposium ke-14 ini diundang sebagai narasumber dan ditentukan oleh Manassa, sedangkan para narasumber dan pemakalah lainnya diseleksi melalui undangan menulis makalah (call for papers).

Pemakalah yang diundang dalam Simposium ini adalah Prof. Dr. Achadiati Ikram (UI), Prof. Dr. Amirul Hadi (IAIN ar-Raniri Aceh), Dr. Thoralf Hainstein (Leipzig University), Dr. Annabel Teh Gallop (British Library), Prof. Dr. Toru Aoyama (TUFS,  Jepang), Prof. Dr. Henri Chambert-Loir (EFEO), Sri Sultan Hamengkubuwono X, PRA Arief Natadiningrat, Sultan Sepuh Kraton Kasepuhan Cirebon, Prof. Dr. Titik Pudjiastuti (UI), Prof. Dr. Willem van der Molen (KITLV, Belanda), Prof. Dr. A.M. Hermien Kusmayati (ISI Yogyakarta), Dr. I Kuntara Wiryamartana (UI), Prof. Dr. Jan van der Putten (Universitas Nasional Singapura), Prof. Dr. M. Jandra (Yayasan Kebudayaan Islam Indonesia), Prof. Dr. Siti Chamamah Soeratno (UGM),dan Ratna Saktimulya, M.Hum. (UGM).

 

Seleksi Makalah

 Panitia akan menerima dan menyeleksi makalah, sejauh berkaitan dengan tema-tema yang telah dirumuskan. Abstrak makalah dapat dikirimkan ke email Manassa: [email protected] dan  sudah harus diterima paling lambat tanggal 27 April 2012. Semua abstrak yang masuk akan diseleksi oleh tim akademik Manassa dan akan diumumkan hasilnya pada 25 Mei 2012. Mereka yang diterima sebagai calon pemakalah diharapkan dapat mengirimkan makalah lengkapnya paling lambat 10 Agustus 2012.

 

Teknis Pendaftaran

     Calon peserta dalam Simposium ke-14 ini diharapkan mendaftarkan dirinya dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Membayar pendaftaran  berdasarkan kategori:

a. Kategori A, sebesar Rp 750.000,- (umum) dan Rp500.000,- (mahasiswa S-1) dengan fasilitas akomodasi/penginapan, konsumsi selama kegiatan, seminar kit, dan sertifikat.

b. Kategori B, sebesar Rp 300.000,- (umum) dan Rp 150.000,- (mahasiswa S-1) dengan fasilitas konsumsi selama kegiatan, seminar kit, dan sertifikat, TANPA AKOMODASI/PENGINAPAN.

2. Pembayaran biaya pendaftaran dapat dilakukan melalui transfer ke rekening Manassa  di Bank BNI Cabang UI Depok, nomor rekening 0162-1397-10, atas nama Amyrna Leandra Saleh (Bendahara umum Manassa)  atau melalui transfer ke Bank Mandiri, nomor rekening 137.0004718462 atas nama Arsanti Wulandari (Bendahara Manassa cabang Yogyakarta).

3. Konfirmasi dan bukti pembayaran dikirimkan melalui nomor fax (021) 7870623 atau alamat e-mail [email protected] dan harus sudah sampai kepada Panitia paling lambat 1 (satu) bulan sebelum kegiatan Simposium ke-14 dimulai.

 

Sekretariat Panitia

Manassa Pusat

Gedung VIII FIB Universitas Indonesia

Kampus UI Depok, 16424

Telp/Fax (021) 7870623

E-mail: [email protected]

 

Manassa Cabang Yogyakarta

FIB Universitas Gadjah Mada

Jln Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta

Telp/Fax (0274) 513096/550451

E-mail: [email protected]