28/11/2008 12:52:31

Bedah Buku "Tarekat Syattariyah di Sumatra Barat"

Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada hari Kamis, 27 Nopember 2008, menggelar hajatan diskusi buku berjudul "Tarekat Syattariyah di Sumatra Barat: Teks dan Konteks" karya Filolog Oman Fathurahman, dan diterbitkan atas kerja sama Penerbit Prenada, EFEO Jakarta, PPIM UIN Jakarta, KITLV Jakarta, dan Total Indonesie. Buku tersebut merupakan versi revisi dari disertasi Penulis di Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) Depok pada tahun 2003.

Acara, yang dipandu oleh Dr. Amelia Fauzia (Direktur CSRC UIN Jakarta), tersebut dihadiri oleh sejumlah pembicara, yakni: Prof. Dr. Henri Chambert-Loir (EFEO Jakarta), Dr. Uka Tjandrasasmita (Sejarawan Islam), Dr. Tommy Christomy (FIB UI Depok), dan drh. R. Bambang Irianto (Praktisi Tarekat Syattariyah, Kraton Kanoman Cirebon).

 

Henri Chambert-Loir, yang merupakan filolog sejati asal Paris, menegaskan sejumlah hal yang menurutnya relatif baru dari Buku karya Oman tersebut. Dari segi metodologi, misalnya, Penulis tidak menerapkan model penelitian filologis pada umumnya dengan memilih satu judul teks dan membandingkannya dengan sejumlah varian lain, melainkan memilih satu topik, yakni Syattariyah, lalu menghimpun dan menganalisis sejumlah naskah yang berkaitan dengan topik tersebut. Menurut Henri, hal itu jelas telah memperkaya metologi penelitian filologi itu sendiri. Selain itu, Henri juga menggarisbawahi temuan Penulis berkaitan dengan sifat tarekat Syattariyah di Sumatra Barat, yang dalam beberapa hal telah menggugurkan hipotesis sejumlah sarjana sebelumnya.

 

Sementara itu, Uka Tjandrasasmita menekankan pentingnya kajian filologi yang digabungkan dengan pendekatan lain seperti sejarah, seperti yang dilakukan oleh Oman. Apalagi dalam konteks Islam Indonesia, naskah-naskah keagamaan yang dijumpai, umumnya mengandung informasi sejarah yang sangat berharga.

 

Kemudian, Tommy Christomy, sebagai seorang peneliti yang juga mengkaji tarekat Syattariyah di Jawa Barat, memberikan sejumlah kritik dan sekaligus informasi tambahan berkaitan dengan sosok Syaikh Abdul Muhyi Pamijahan, yang juga dibahas dalam buku Oman ini.

 

Terakhir, Bambang Irianto, yang merupakan keturunan langsung dari keluarga Ratu Raja Fatimah di Kraton Kanoman Cirebon, menjelaskan bahwa tarekat Syattariyah merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan Kraton Kanoman Cirebon. Bahkan, sekitar 30 naskah yang menjadi koleksi pribadinya, sebagian besar berisi ajaran tarekat Syattariyah yang diwarisinya dari Rama Guru Pangeran Nurubuwwat.

 

Berbarengan dengan acara yang penuh sesak dihadiri para dosen, mahasiswa, dan undangan tersebut, FAH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga meresmikan terbentuknya Pusat Kajian Naskah Islam Nusantara (Pusnira), yang merupakan lembaga semi-otonom di Fakultas, dan dikomandani oleh Oman Fathurahman sebagai Direkturnya. Konon, Pusnira akan memusatkan perhatiannya pada kajian naskah-naskah tulisan tangan (manuscript) kategori sastra kitab berbahasa Arab, yang merupakan warisan para ulama masa silam.

 

Diskusi buku yang sama juga digelar oleh Fakultas Sastra, Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat pada hari Jumat, 12 Desember 2008. Hadir sebagai pembicara adalah Prof. Dr. Syamsul Bahri Khatib (Praktisi Tarekat Syattariyah dan Ketua MUI Padang), Drs. M. Yusuf, M.Hum. (Dosen senior Filologi di Fak. Sastra Unand), dan Drs. Afwadi Dt. Mangkuto Sati (Dosen STAIN Batusangkar).

 

Acara diawali oleh pengantar dari Dekan Fakultas Sastra Unand, Dra. Adriyetti Amir, M.Hum, yang mengingatkan bahwa kajian filologi di Fakultas Sastra Unand memang mendapat perhatian serius, dan bertujuan untuk menyelamatkan naskah-naskah kuno Minangkabau.

 

Ketiga pembicara sepakat bahwa buku yang dibahas merupakan cambuk bagi para peneliti asal Minang sendiri untuk lebih memperhatikan khazanah budaya Minangkabau, khususnya berupa manuskrip-manuskrip tulisan tangan yang banyak dijumpai di surau-surau. Dalam kesempatan itu pula, M. Yusuf menghadirkan sebuah presentasi tentang masih melimpahnya naskah-naskah keagamaan di surau dalam kondisi tidak terawat.