Judul : Syair Lampung Karam, sebuah dokumen Pribumi tentang DAHSYATNYA LETUSAN KRAKATAU 1883
Pengarang: Suryadi.
Penerbit : Komunitas Penggiat Sastra Padang (KPSP)
Tahun terbit : Cetakan Ke-1 Agustus 2009 dan Cetakan Ke-2 Januari 2010
Jumlah halaman : xiv + 206 Halaman.
ISBN : 979-602-95502-0-7
"Boleh saja Anda pernah membaca buku Krakataukarya Simon Winchester yang terbit 3 tahun lalu. Tapi yang hendak diceritakan kepada anda semua adalah sebuah buku yang sangat eksklusif, yang baru terbit, penulisnya Suryadi, Dosen dan Peneliti untuk Faculteit der Geesteswetenschappen, Leiden Institute for Area Studies, SAS Indonesie. Universitas Leiden, Belanda.
Buku ini Eksklusif karena dari lebih seribu tulisan dalam bentuk artikel dan buku (ilmiah dan sastra) tentangnya telah ditulis orang, sejak abab ke-19 sampai abad ke-21, namun belum pernah ada sumber klasik pribumi yang dijadikan sumber atau dibaca oleh masyarakat indonesia. Sekarang, dan sebentar lagi, Anda mungkin akan jadi orang pertama untuk membaca laporan yang sangat humanis tentang peristiwa letusan Krakatau tahun 1883 tersebut.
Lebih dari sekadar untuk memperkenalkan salah satu teks karangan pribumi sendiri tentang letusan krakatau yang selama ini dilupakan orang, buku yang memuat transliterasi dan edisi kritis Syair Lampung Karam ini, juga dilengkapi dengan sebuah album visual yang menapaktilasi masa lampau Krakatau dalam rekaman gambar, sketsa, dan ilustrasi.
Suryadi telah menelusuri edisi-edisi cetak batu (litografi) naskah tersebut sampai ke sejumlah negara di Eropa Barat, Eropa Timur dan Asia Tenggara. Akhirnya sebuah kabar menggembirakan bahwa dokumen yang ditulis Tahun 1883 sudah bisa kita nikmati sekarang, 126 Tahun kemudian. Terlebih dokumen tersebut menyangkut salah satu peristiwa besar di dunia yakni letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda Tahun 1883.
*berita ini dikutip dari email kiriman Suryadi.