16/02/2010 19:17:53 Proposal Digitalisasi Naskah Nusantara Banyaknya naskah dan kegiatan digitalisasi sayangnya tidak diimbangi dengan sumber daya manusia yang memadai. Kurangnya teknisi digitalisasi yang berpengalaman ditambah dengan tidak adanya pelatihan khusus untuk memperdalam pengetahuan mengenai digitalisasi membuat regenerasi berjalan lambat. Oleh karena itu, perlu diadakan sebuah pelatihan digitalisasi yang memperdalam pengetahuan teknisi-teknisi muda mengenai digitalisasi naskah hingga pengolahan data gambarnya untuk pengembangan perpustakaan naskah digital.
30/12/2009 9:37:50 Digitalisasi Naskah Indonesia Ketika dunia pernaskahan semakin "akrab" dengan teknologi digital, kalangan pemerhati dan peminat naskah Nusantara pun semakin beragam, tidak saja mereka yang memiliki latar belakang keilmuan filologi, sastra, atau sejarah, seperti terjadi sebelumnya, melainkan juga mereka yang awalnya sama sekali tidak menaruh perhatian terhadap dunia pernaskahan, tetapi kemudian mulai berkenalan karena memiliki minat dalam mengikuti berbagai trend digital. Ini adalah sebuah perkembangan yang positif karena berarti semakin memperkenalkan khazanah naskah kepada khalayak yang lebih luas.
27/08/2009 12:24:47 Ulah Malaysia dan Ketidakpedulian Kita Masyarakat kita sering "tidak kuat iman" melihat gepokan ratus juta rupiah untuk ditukar dengan naskah-naskah kuno miliknya. Namun, apa daya? Mereka dibiarkan oleh negara untuk merawat sendirian warisan nenek moyangnya itu, padahal perut mereka sering kelaparan. Giliran diusik, meradanglah kita ramairamai! Dalam hal ini, Malaysia jelas sangat ingin menjadi pusat bagi peradaban Melayu Islam di wilayah Asia Tenggara.
26/07/2009 12:47:51 Thesaurus of Indonesian Islamic Manuscripts (T2IM) From this perspective, the T2IM database will play an important role. The T2IM would be certainly a vital source for philologists, historians, and scholars of Southeast Asian Islamic Studies who are keen to see the characteristics of local Islam through the exploration of ulamas' works in the past. It is due to the fact that T2IM provides related information, as complete as possible, about the existence of Indonesian religious manuscripts that it serves as a "gateway" for all scholars of Southeast Asian Islamic Studies before an actual research is started. The T2IM is not merely a catalogue. It constitutes a catalogue of catalogues of Indonesian Islamic manuscripts in a recent form, which is an open-access for the public anytime and anywhere.
05/03/2009 9:24:41 Manuskrip Islam dalam Kancah Akademis: Info Buku Buku yang disunting oleh Stefanie Brinkmann dan Beate Wiesmueller ini merupakan salah satu bukti atas pentingnya manuskrip Islam dalam konteks keilmuan, seperti yang saya kemukakan di atas. Sejumlah artikel yang ditulis oleh sarjana-sarjana pemerhati manuskrip menunjukkan bahwa manuskrip Islam merupakan sumber tak ternilai bagi tumbuhnya tradisi akademis dalam berbagai bidang, seperti sejarah, filsafat, kodikologi, kepustakaan, katalogisasi, dan bahkan yang paling belakangan adalah bagi perkembangan teknologi presentasi perpustakaan digital online (Oman Fathurahman).
05/03/2009 4:42:49 Menyelamatkan Khazanah Pernaskahan Aceh Penyusunan katalog ini merupakan rangkaian dari proyek konservasi dan digitalisasi naskah-naskah koleksi YPAH. Usaha ini diprakarsai oleh Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA) dan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, bekerjasama dengan Centre for Documentation and Area-Transcultural Studies (C-DATS) Tokyo University of Foreign Studies (TUFS), Jepang. Mengutip kata-kata Prof. Dr. Edwin Wieringa, Guru Besar dalam bidang bahasa dan Sastra Indonesia dan Pengkajian Islam di Universitas Cologne, Jerman, yang memberi pengantar untuk katalog ini (hlm.v-vi), "...pendokumentasian [ini] membantu untuk melestarikan peninggalan sejarah [Aceh]".
31/12/2008 3:31:01 Recent Catalogues of Indonesian Manuscripts : A Review by Dick van der Meij Indonesian manuscript collections are scattered over libraries and museums around the globe and a good number of them have been catalogued in the past or are in the process of being catalogued.1 Manuscripts in many Indonesian public libraries and semi-public collections have also been catalogued, some of them through an extensive project funded by the Ford Foundation in the 1980s and 1990s. As for collections outside Indonesia, catalogues have in many cases been published by well-known publishers, making them easy to come by. Catalogues published in Indonesia, though, are usually available for only a short time in local bookshops and thereafter disappear from bookstore shelves forever. It is therefore advisable to purchase these catalogues as soon as they see the light.
18/11/2008 19:22:48 Naskah Keturunan Masyarakat Indonesia di Afrika Selatan Naskah Indonesia tidak hanya dibawa ke luar negeri oleh orang asing, tetapi juga oleh orang Indonesia sendiri. Itu yang terjadi dengan naskah-naskah, ataupun salinannya yang masih tersimpan di Afrika Selatan. Akhir- akhir ini memang semakin banyak diketahui pentingnya peran kelompok orang Melayu di Afrika Selatan asal Indonesia dalam menyebarkan kebudayaan Melayu, dan tentu saja juga kebudayaan Islam di negeri tersebut.