14/01/2012 18:40:57 Gempa, Manuskrip, dan Pemilukada di Aceh Salah satu bagian dari manuskrip "Takwil Gempa" asal abad ke-19 Surau Lubuk Ipuh yang sudah dikaji oleh Zuriati dkk (2008), misalnya, menjelaskan bahwa, "…dan jika pada bulan Dzulqaidah…dan jika pada waktu duha, alamatnya bala (musibah) banyak akan datang ke dalam negeri itu…" Seperti kita ketahui, gempa dan tsunami di Aceh yang menewaskan hampir 200 ribu korban jiwa terjadi pada Ahad pagi waktu duha, 26 Desember 2004, atau 14 Dzulqaidah 1425 Hijriah.
30/06/2011 11:05:41 Sisi Humanis Manuskrip Kitab Nusantara Jika mengamati manuskrip kitab keagamaan Nusantara yang ditulis tangan tiga atau empat ratus tahun lalu dengan lebih mendalam dan terperinci, kesan "angker" tidak selalu sepenuhnya benar. Pasalnya, di samping teks-teks akademis yang tertulis rapi sebagai matan di bagian utama manuskrip tersebut, tidak jarang terselip catatan-catatan yang jauh dari kesan ‘ilmiah' atau ‘akademis', melainkan lebih menggambarkan sisi-sisi humanis masyarakat pemiliknya.
22/11/2010 18:08:10 Manuskrip Aceh di London Yang harus difikirkan adalah mengapa kita belum punya sistem yang efektif agar masyarakat lebih memilih menjual manuskripnya ke museum atau perpustakaan di negeri sendiri? Saya yakin haqqul yakin, para pemilik manuskrip itu masih punya rasa nasionalisme, jika mereka punya pilihan!
31/05/2010 13:58:14 Manuskrip dan Nasionalisme Kultural Kita Tugas yang cukup berat adalah bagaimana membangkitkan rasa kepemilikan dan kebanggaan masyarakat masa kini terhadap manuskrip Nusantara itu. Perlu ada rumusan strategi kebudayaan secara utuh yang bisa menempatkan khazanah manuskrip sebagai salah satu artefak budaya pembentuk citra dan identitas kultural yang dapat dibanggakan, mulai dari strategi pelestariannya, advokasi nilai pentingnya sebagai benda cagar budaya, hingga strategi ‘pemasarannya' agar dikenal luas oleh dunia internasional.
09/04/2010 8:29:13 NU dan Manuskrip Islam Pesantren Saya yakin,haqqulyakin,dengan semakin terbukanya akses terhadap pesantren, terhadap khazanah keilmuannya,dan terhadap karakeristik keragaman mazhabnya, gagasan-gagasan multikulturalisme dan pluralisme yang memang menjadi karakter utama pesantren akan semakin dikenal khalayak nasional dan internasional. Dengan demikian pesantren tak melulu dicurigai sebagai sarang terorisme yang mengajarkan kekerasan.
16/02/2010 19:17:53 Proposal Digitalisasi Naskah Nusantara Banyaknya naskah dan kegiatan digitalisasi sayangnya tidak diimbangi dengan sumber daya manusia yang memadai. Kurangnya teknisi digitalisasi yang berpengalaman ditambah dengan tidak adanya pelatihan khusus untuk memperdalam pengetahuan mengenai digitalisasi membuat regenerasi berjalan lambat. Oleh karena itu, perlu diadakan sebuah pelatihan digitalisasi yang memperdalam pengetahuan teknisi-teknisi muda mengenai digitalisasi naskah hingga pengolahan data gambarnya untuk pengembangan perpustakaan naskah digital.
30/12/2009 9:37:50 Digitalisasi Naskah Indonesia Ketika dunia pernaskahan semakin "akrab" dengan teknologi digital, kalangan pemerhati dan peminat naskah Nusantara pun semakin beragam, tidak saja mereka yang memiliki latar belakang keilmuan filologi, sastra, atau sejarah, seperti terjadi sebelumnya, melainkan juga mereka yang awalnya sama sekali tidak menaruh perhatian terhadap dunia pernaskahan, tetapi kemudian mulai berkenalan karena memiliki minat dalam mengikuti berbagai trend digital. Ini adalah sebuah perkembangan yang positif karena berarti semakin memperkenalkan khazanah naskah kepada khalayak yang lebih luas.
27/08/2009 12:24:47 Ulah Malaysia dan Ketidakpedulian Kita Masyarakat kita sering "tidak kuat iman" melihat gepokan ratus juta rupiah untuk ditukar dengan naskah-naskah kuno miliknya. Namun, apa daya? Mereka dibiarkan oleh negara untuk merawat sendirian warisan nenek moyangnya itu, padahal perut mereka sering kelaparan. Giliran diusik, meradanglah kita ramairamai! Dalam hal ini, Malaysia jelas sangat ingin menjadi pusat bagi peradaban Melayu Islam di wilayah Asia Tenggara.
26/07/2009 12:47:51 Thesaurus of Indonesian Islamic Manuscripts (T2IM) From this perspective, the T2IM database will play an important role. The T2IM would be certainly a vital source for philologists, historians, and scholars of Southeast Asian Islamic Studies who are keen to see the characteristics of local Islam through the exploration of ulamas' works in the past. It is due to the fact that T2IM provides related information, as complete as possible, about the existence of Indonesian religious manuscripts that it serves as a "gateway" for all scholars of Southeast Asian Islamic Studies before an actual research is started. The T2IM is not merely a catalogue. It constitutes a catalogue of catalogues of Indonesian Islamic manuscripts in a recent form, which is an open-access for the public anytime and anywhere.
05/03/2009 9:24:41 Manuskrip Islam dalam Kancah Akademis: Info Buku Buku yang disunting oleh Stefanie Brinkmann dan Beate Wiesmueller ini merupakan salah satu bukti atas pentingnya manuskrip Islam dalam konteks keilmuan, seperti yang saya kemukakan di atas. Sejumlah artikel yang ditulis oleh sarjana-sarjana pemerhati manuskrip menunjukkan bahwa manuskrip Islam merupakan sumber tak ternilai bagi tumbuhnya tradisi akademis dalam berbagai bidang, seperti sejarah, filsafat, kodikologi, kepustakaan, katalogisasi, dan bahkan yang paling belakangan adalah bagi perkembangan teknologi presentasi perpustakaan digital online (Oman Fathurahman).

  « 1 2 »